
mengatasi kemacetan dan angkutan umum murah adalah salah satu ide dasar lahirnya transJakarta 2004 silam. Pada perjalanannya, proyek ratusan miliar ini mulai menunjukan manfaatnya bagi warga jakarta, walau harus diakui masih banyak perbaikan yang musti dilakukan oleh pemda DKI. lepas dari hal tersebut, kesuksesan transJAK dalam menyediakan sarana transportasi murah dan mengatasi kemacetan di ibukota membuat pemerintah daerah lainnya mengadopsi proyek yang sama, Jogja misalnya. walau pada kenyataanya kemacetan yang sering terjadi di jogja bukan karena arus lalu lintas yang kacau balau atau populasi kendaraan yang membludak (kebanyakan roda dua) melainkan lebih sering oleh demonstrasi atau pawai pergelaran budaya atau musim liburan dimana bus pariwisata memaksakan diri masuk are maliboro yang sempit. transJOGJA jauh berbeda dalam sehala hal dengan transJAKARTA - disadari atau tidak, perbedaan kasat mata yang cukup vulgar membuat saya menyempatkan diri untuk memotret ketika menggunakan dua saran transportasi masyarakat kelas metropolitan (trans, mrt dsb = metropolitan, jogja kota metropolitan haha).
saya tidak akan menunjukan mana transJAK mana transJOG, silahkan lihat sendiri perbedaanya untuk mengetahuinya. semua foto diambil antara tahun 2007 - 2009 dengan film Lucky SHD 100.
















